Kolaborasi ini membekali talenta kreatif lokal dengan memperkuat infrastruktur monetisasi, perluasan jaringan, dan akses pasar internasional yang dibutuhkan untuk bersaing di panggung dunia.
JAKARTA, Indonesia, 26 Juni, 2026 /PRNewswire/ — Coda, platform global terkemuka untuk monetisasi dan distribusi konten digital, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF), guna mengakselerasi pertumbuhan ekosistem gim di tanah air.
Melalui kemitraan ini, Coda dan EKRAF akan bersinergi membekali para pengembang gim Indonesia dengan pengetahuan, perangkat komersial, dan kapabilitas bisnis secara komprehensif. Langkah ini diambil guna mendorong pengembangan skala bisnis mereka, sehingga dapat memperluas jangkauan audiens global dan meningkatkan daya saing internasional mereka. Kerja sama ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat unggulan bagi pengembang gim dan kreativitas digital.
Nota Kesepahaman ini sekaligus melanjutkan rangkaian kolaborasi yang telah terjalin antara Coda dan EKRAF. Melalui dukungan penuh EKRAF, inisiatif bersama ini sebelumnya telah berhasil meningkatkan kapasitas lebih dari 70 pengembang lokal melalui ajang Global Game Jam Pre-Workshop di Jakarta. Selain itu, perluasan jangkauan pasar internasional bagi gim buatan anak bangsa terus ditingkatkan melalui Codashop, marketplace milik Coda untuk pembelian konten dalam gim dan konten digital. Selain mendukung para pengembang, Coda dan EKRAF akan terus mendorong literasi digital dan ruang bermain gim daring yang lebih aman. Salah satunya melalui kampanye Guard Your Game, yang mengedukasi para pemain agar mampu mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan daring.
Sinergi ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri gim yang berbasis komersial kuat, tangguh, dan berdaya saing secara internasional, sekaligus menjadi panggung unjuk bakat talenta Indonesia di kancah global.
Memberdayakan Generasi Baru Kreator Gim
CEO Coda, Shane Happach, mengatakan, "Indonesia merupakan rumah bagi komunitas pengembang gim yang dinamis dengan pertumbuhan yang luar biasa. Meskipun talenta kreatif tersedia secara melimpah, membangun bisnis gim yang sukses membutuhkan akses terhadap infrastruktur, jejaring, dan peluang komersial yang tepat. Melalui kemitraan dengan EKRAF, kami ingin mendampingi lebih banyak pengembang dalam perjalanan tersebut. Dengan memperluas akses ke perangkat, keahlian, dan jaringan global, kami berharap dapat membantu lebih banyak studio gim di Indonesia membangun bisnis yang berkelanjutan dan menjangkau pemain di seluruh dunia."
"Coda didirikan di Indonesia, dan kami tetap berkomitmen penuh terhadap ekonomi digital dan kreatif di negara ini. Kami bangga dapat bermitra dengan EKRAF untuk mendukung generasi penerus pengembang Indonesia dalam membangun bisnis yang berdaya saing global dan meraih kesuksesan di pasar internasional."
Menangkap Peluang di Pasar yang Tumbuh Pesat[1]
Industri gim Indonesia mencatatkan pendapatan lebih dari US$1,1 miliar pada tahun 2025 dan diproyeksikan melonjak hingga US$1,5 miliar pada tahun 2030, menurut Niko Partners. Seiring dengan pertumbuhan pasar, perilaku pemain dalam menemukan dan membeli konten gim pun berubah. Di Asia Tenggara, sekitar 38% pendapatan gim mobile kini berasal dari metode pembayaran di luar aplikasi (out-of-app), melonjak tajam dibandingkan dua tahun lalu yang hanya menyentuh 21%. Di samping itu, perilaku konsumen juga bergeser, dengan dompet digital yang kini digunakan oleh 55% pemain gim mobile untuk bertransaksi, sementara hampir seperempat pemain memanfaatkan pembayaran melalui operator seluler (potong pulsa). Tren ini menyoroti pentingnya solusi pembayaran dan perdagangan lokal yang adaptif, guna membantu publisher menjangkau lebih banyak pemain dan mengoptimalkan potensi pendapatan baru.
Melalui kolaborasi dengan EKRAF, Coda berupaya memfasilitasi pengembang Indonesia agar dapat memanfaatkan peluang-peluang tersebut melalui penyediaan perangkat komersial, keahlian teknis, dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka baik di dalam maupun luar negeri.
Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF) mengatakan kolaborasi ini merupakan cerminan nyata dari keseriusan Pemerintah Indonesia dalam mendukung pertumbuhan industri gim nasional, sekaligus mempertegas komitmen bersama antara sektor publik dan swasta dalam membangun ekosistem gim yang berdaya saing global.
"Kolaborasi antara Coda, EKRAF, dan para pengembang gim di Indonesia bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman di atas kertas. Tapi ini adalah langkah formal yang menunjukkan keseriusan dan komitmen Pemerintah dan sektor industri seperti Coda."
"Bagi semua pengembang gim di sini, Indonesia bukan hanya negeri penuh berbasis pemain gim yang besar atau target pasar yang hebat. Melalui penguatan ekosistem ini, kita ingin membuktikan bahwa kita tidak hanya mampu memenangi kejuaran dunia sebagai pemain, tetapi juga menguasai pasar global sebagai kreator yang hebat."
Ke depan, Coda dan EKRAF akan terus mengeksplorasi berbagai program lainnya untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri kreatif digital Indonesia. Kolaborasi antara keduanya bertujuan untuk memastikan para kreator Indonesia mampu mengakses peluang global sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang, ketahanan, dan daya saing industri gim Indonesia.
Didirikan di Indonesia dengan kantor pusat Singapura, Coda telah berkembang menjadi platform perdagangan digital global yang beroperasi di lebih dari 80 pasar dan mendukung lebih dari 400 metode pembayaran. Melalui berbagai solusi inovatif termasuk Coda Webstore, Codapay, serta platform konsumen Coda seperti Codashop dan Coda Distribution, perusahaan kami berhasil menjembatani publisher dan brand global dengan ratusan juta konsumen di seluruh dunia.
Indonesia terus memegang peran penting dalam lini bisnis Coda, dengan kontribusi sekitar 22% terhadap pendapatan global perusahaan. Sepanjang periode Mei 2025 hingga Maret 2026, platform konsumen unggulan Coda, Codashop Indonesia, mencatat rata-rata kunjungan bulanan melampaui 13 juta dan melayani lebih dari 1 juta pembeli aktif setiap bulannya.
Tentang Coda
Coda adalah pemimpin global dalam monetisasi, distribusi, dan perdagangan (commerce), yang dipercaya oleh nama-nama terbesar di industri gaming, hiburan, dan teknologi, termasuk Activision, Electronic Arts, Riot Games, Ubisoft, dan Moonton.
Didirikan pada tahun 2011 dan berkantor pusat di Singapura, Coda beroperasi dengan lebih dari 650 karyawan di seluruh dunia, dengan pusat operasional utama Asia dan Eropa. Coda memadukan layanan pembayaran, Merchant of Record (MoR), perdagangan, distribusi, dan rewards di seluruh lini B2B dan B2C guna mendorong pertumbuhan pendapatan global bagi berbagai brand dan publisher.
Produk-produk Coda meliputi Codapay, yang menyediakan akses ke lebih dari 400 metode pembayaran di lebih dari 80 pasar melalui satu integrasi API; Coda Webstore, yang mengelola toko daring (storefront) langsung ke konsumen (direct-to-consumer) yang dapat didesain khusus; Coda Consumer Platforms (Platform Konsumen) termasuk Codashop, Recharge.com, dan Startselect.com; Coda Distribution, yang memperluas jangkauan melalui jaringan mitra dagang; dan Giftcloud, bisnis B2B rewards yang berbasis di Inggris, yang melayani pelanggan korporat di seluruh Eropa.
Pada Agustus 2025, Coda mengakuisisi Recharge, platform prabayar terkemuka di Eropa, yang secara signifikan memperluas jejak bisnisnya di Eropa serta kapabilitas direct-to-consumer untuk pengisian ulang prabayar (prepaid top-ups) dan kartu hadiah (gift cards).
Coda didukung oleh Apis Partners, Insight Partners, Smash Capital, dan GIC,serta telah dinobatkan sebagai APAC High Growth Company (2023) oleh Financial Times, salah satu NextGenTech 30 oleh Granite Asia (2024), pemimpin pembayaran dalam daftar Fintech Innovation Asia dari Fortune (2024), dan masuk dalam daftar Fastest Growing Fintechs oleh The Straits Times (2024). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi coda.co.
[1] Gaming Growth Unlocked: Insights on Distribution, Payments, and Regulations in Asia, 2025


















