JENEWA, 20 September 2026 /PRNewswire/ — Arus pasien internasional yang datang ke Tiongkok untuk mendapatkan layanan medis terus meningkat. Tren ini didorong oleh semakin luasnya akses terhadap terapi inovatif, kemudahan visa, serta perkembangan layanan kesehatan yang dirancang untuk melayani pasien internasional. Hal tersebut disampaikan Dr. John K. Hsiang, Chairman, Jiahui Health Executive Committee, dalam ajang World Trade Organization (WTO) Public Forum 2026.
Dalam sesi "Health Without Borders" yang mengangkat topik "Medical Tourism — Opportunities and Challenges in Services Trade", Dr. Hsiang menjadi satu-satunya perwakilan sektor kesehatan dari Tiongkok yang diundang untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan layanan medis internasional.
Menurut data yang dikutip Dr. Hsiang, rumah sakit terkemuka di Tiongkok yang melayani pasien asing mencatat 1,28 juta kunjungan pasien pada 2025, meningkat 73,6% dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 413.000 kunjungan berasal dari pasien yang memang datang ke Tiongkok secara khusus untuk mendapatkan perawatan medis. Di Jiahui Health, tingkat permintaan informasi dari pasien luar negeri melonjak hampir dua kali lipat secara tahunan pada Semester I-2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertumbuhan tersebut turut didorong reformasi kebijakan dan pesatnya inovasi medis di Tiongkok. Warga negara dari 57 negara kini dapat memanfaatkan kebijakan transit bebas visa selama 240 jam melalui 65 pelabuhan di Tiongkok. Di sisi lain, kontribusi Tiongkok terhadap obat-obatan yang sedang dalam tahap pengembangan secara global mencapai 33,7%. Pada Juni 2026, Tiongkok menyetujui terapi CAR-T pertama di dunia untuk tumor padat sehingga menarik minat pasien internasional yang ingin memperoleh akses terapi baru tersebut.
Sejumlah kasus yang ditangani Jiahui Health turut menggambarkan perkembangan ini. Seorang pasien asal Selandia Baru dengan kanker lambung stadium lanjut datang ke Shanghai tak lama setelah terapi tersebut disetujui dan menjadi pasien internasional pertama yang menjalani terapi CAR-T. Dalam kasus lain, seorang pasien asal Amerika Serikat dengan kanker paru-paru bukan sel kecil (non-small cell lung cancer) berkunjung ke Jiahui untuk mendapatkan ivonescimab, antibodi bispesifik inovatif yang saat ini hanya tersedia di Tiongkok. Pasien tersebut sebelumnya berdiskusi dengan dokternya di MD Anderson Cancer Center.
Dr. Hsiang mengatakan Shanghai memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang yang menghubungkan inovasi medis Tiongkok dengan pasien dari berbagai negara. Pada 2025, Jiahui mencatat lebih dari 100.000 kunjungan pasien internasional untuk layanan rawat jalan. Jiahui juga telah membangun kapabilitas layanan lintasnegara yang mencakup penagihan langsung kepada perusahaan asuransi internasional, konsultasi jarak jauh, serta koordinasi pasien dalam berbagai bahasa.
Ke depan, Dr. Hsiang mendorong penguatan kerja sama internasional di bidang perjalanan medis dan fasilitas visa, perluasan akses informasi mengenai inovasi medis, serta dialog regulasi terkait data kesehatan lintasnegara dan telemedisin.
"Pariwisata medis berada di persimpangan antara layanan kesehatan, perdagangan, dan pembangunan ekonomi," kata Dr. Hsiang. "Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, Tiongkok berpotensi menjadi salah satu tujuan utama di dunia untuk layanan medis internasional."
Artikel selengkapnya: https://jiahui.com/en/news/224
Surel: internationaloffice@jiahui.com
WhatsApp: +852 4619 1904












