KONTENBERITA.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman hingga beberapa bulan mendatang.
Kepastian didapat dari pencocokan data stok Badan Pusat Statistik (BPS), Standing Crop, hingga laporan langsung dari 17 provinsi.
“Alhamdullilah, sesudah mencocokan semua data ini, kemudian kami faktualisasi dengan laporan 17 provinsi.”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tanggapan dari masing-masing Kadis dan Gubernur, ternyata hasilnya oke, Alhamdulillah,” kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa 31 Januari 2023.
Mentan mengucapkan, dari pencocokan itu diperkirakan stok beras mencapai tiga juta ton, hasil panen periode Januari – Maret 2023.
Ia menyebut, stok saat ini masih dalam kategori sementara, karena puncak panen raya diperkirakan terjadi April dan Mei.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Artinya, menurutnya, stok yang ada saat ini masih akan bertambah sering dengan panen yang dilakukan di sejumlah sentra.
“Sampai Maret itu bukan puncak panen, puncak panen kita Maret-April-Mei, berarti berjalan ke sana masih panjang,” ucap dia.
Menurut Syahrul, selama ini data yang digunakan adalah data verifikasi dari sejumlah pemantauan yang kemudian disampaikan BPS.
Secara teknis, Kementan memiliki perangkat digital yang berfungsi memantau data beras nasional.
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Pendekatan digital ini bahkan memiliki resolusi gambar yang cukup jelas, yaitu 10×10 untuk mengetahui seberapa besar perkembangan pertanaman.
“Tentu saja rujukan utama yang kita pakai adalah data BPS, tetapi data satelit yang kami miliki juga memback up,” ujarnya.
“Oleh karena itu, hari ini saya coba melakukan singkronisasi antara data satelit dan data standing crop yang ada.”
“Ternyata data standing crop kita dengan data yang dari BPS kurang lebih oke,” ujarnya.***















