KONTENBERITA.COM – TNI Angkatan Darat memastikan oknum prajurit berinisial Lettu G, yang berkendara melawan arah.
Hal itu mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Tol MBZ sehingga oknum prajurit itu akan dijatuhi sanksi pelanggaran disiplin dan lalu lintas.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat(Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari kepada wartawan, Rabu (13/9/2023).
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sanksi disiplin pasti. Mungkin ada pidana lalu lintas yang dilanggar juga akan kita terapkan itu,” ujar Hamim Tohari.
Hamim Tohari menjelaskan, pelanggaran disiplin yang dilakukan Lettu G adalah pergi ke luar tanpa izin komandan satuan.
Baca artikel lainnya di sini: Termasuk Anggota Paspamres, 3 Oknum TNI Penganiaya Pemuda Sampai Tewas Dipecat dan Dihukum Berat
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Hal itu menyebabkannya terlepas dari pengawasan komandan satuannya.
“Iya itu kan pelanggaran disiplin, kalau dia keluar kesatuan tanpa izin itu,” tutur Hamim Tohari.
Selain itu, lanjut Hamim, di hari yang sama Lettu G juga melakukan pelanggaran lalu lintas dengan melawan arah di tol MBZ.
“Konteksnya kemarin oknum kita yang kemudian terjadi pelanggaran lalu lintas di MBZ itu ya dia pergi tanpa izin,” ucapnya.
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Hamim Tohari menegaskan, meski Lettu G mengendarai mobil pribadi, ia tetap harus izin secara prosedural kepada atasannya.
Dikutip media ini dari PMJ News, kebijakan itu berlaku kepada seluruh satuan TNI lainnya.
“Betul prosedur di setiap satuan begitu. Setiap prajurit yang keluar kesatrian itu harus melalui izin secara prosedural.”
“Kalau dia tamtama bintara harus ke danton-nya, sampai dengan komandan kesatuannya di danyon atau kesatuan yang lain,” ujar Hamim Tohari.***















