Pemerintah Tanggapi Bendera One Piece dengan Dialog, Bukan Penindakan Represif

Mensesneg tegaskan pendekatan kolaboratif hadapi ekspresi publik soal bendera One Piece jelang HUT RI, dorong semangat kebangsaan dan komunikasi lintas pihak.

- Pewarta

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Prasetyo. (Dok. Setneg.go.id)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Prasetyo. (Dok. Setneg.go.id)

FENOMENA bendera bajak laut One Piece yang berkibar jelang HUT Ke-80 RI menyita perhatian publik dan memantik beragam reaksi.

Namun alih-alih merespons dengan pendekatan represif, pemerintah memilih jalur dialog dan kolaborasi sebagai solusi berkelanjutan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pentingnya menjaga sakralitas simbol negara, tanpa menutup ruang ekspresi masyarakat.

Pendekatan ini menandai gaya baru pemerintahan dalam merespons aspirasi publik secara lebih inklusif dan solutif.

Langkah ini bukan hanya soal meredakan polemik, melainkan juga upaya memperkuat nation and character building menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah Pilih Dialog, Bukan Represi

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap dinamika di tengah masyarakat.

Menanggapi fenomena pengibaran bendera bajak laut ala One Piece, ia mengajak semua pihak melihat konteksnya secara jernih.

“Kalaupun ada penindakan, itu kalau ada pihak-pihak yang menggiring masyarakat agar tidak mengibarkan Merah Putih,” tegasnya di kompleks Parlemen, Senayan, Senin (4/8).

Menurutnya, selama tindakan tersebut tidak menggantikan atau menyaingi bendera negara, ekspresi seperti itu masih dalam koridor wajar.

Namun jika pengibaran bendera fiktif digunakan sebagai kampanye untuk tidak mengibarkan Merah Putih, maka perlu ada tindakan tegas.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan seperti ini perlu melibatkan berbagai pihak dalam semangat kolaborasi.

“Antara pemerintah, DPR, dengan seluruh stakeholders, masyarakat, kita duduk bersama, kita cari jalan keluar,” ujarnya.

Simbol Negara Harus Dijaga, Tapi Ekspresi Publik Perlu Didengar

Di tengah era digital dan keterbukaan informasi, ekspresi publik tak bisa lagi dibatasi secara kaku.

Namun demikian, Prasetyo menekankan bahwa bendera Merah Putih tetaplah simbol negara yang tidak boleh digeser maknanya.

“Ini sakral, bendera Merah Putih. Kita semua anak bangsa. Pasti merasa terusik kalau itu digantikan,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi semangat nasionalisme, khususnya menjelang HUT RI ke-80 pada 17 Agustus mendatang.

Alih-alih menentang atau memusuhi ekspresi yang berbeda, pemerintah justru membuka ruang dialog untuk menyerap aspirasi.

Dengan pendekatan ini, upaya memperkuat rasa kebangsaan bisa terus dibangun tanpa menimbulkan polarisasi.

Bendera One Piece Jadi Simbol Protes, Tapi Dialog Tetap Diutamakan

Belakangan, bendera bajak laut One Piece terlihat dikibarkan di sejumlah titik di Indonesia.

Tengkorak tersenyum berhiaskan topi jerami—ikon tokoh utama Monkey D. Luffy—di atas latar hitam menjadi simbol yang menyita perhatian publik.

Tak hanya di dunia nyata, bendera ini juga ramai digunakan di media sosial sebagai foto profil oleh banyak pengguna.

Bagi sebagian orang, bendera ini dianggap sebagai bentuk sindiran atau protes atas kondisi sosial-politik saat ini.

Namun pemerintah menanggapi fenomena ini dengan pendekatan berbeda—bukan dengan stigmatisasi, tapi dengan mendengarkan.

“Kami tidak menutupi bahwa ada masalah. Tapi semua kita coba selesaikan satu per satu, lewat dialog,” ucap Prasetyo.

Pola ini, menurutnya, adalah gaya baru pemerintahan dalam merespons kegelisahan masyarakat secara lebih konstruktif.

Semangat Persatuan dan Gotong Royong Diutamakan

Mensesneg mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat bulan kemerdekaan sebagai momentum kebangkitan kolektif.

“Di hari kemerdekaan, kita harus tumbuhkan semangat, kebersamaan, nation and character building,” katanya dengan tegas.

Ia menekankan pentingnya gotong royong, optimisme, dan kolaborasi lintas generasi dalam menghadapi tantangan zaman.

Upaya menjaga simbol negara bukan sekadar formalitas, tapi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan pengorbanan para pahlawan.

Bendera Merah Putih, kata dia, bukan hanya kain dua warna, tetapi lambang identitas dan persatuan nasional.

Momentum HUT RI Ke-80 harus menjadi pengingat bahwa perjuangan hari ini adalah tentang merawat kebersamaan dan membangun masa depan.

Merawat Kebebasan Ekspresi Tanpa Mengorbankan Kesatuan

Indonesia telah menjadi rumah bagi ekspresi budaya, kreativitas, dan suara-suara dari berbagai lapisan masyarakat.

Dalam konteks ini, fenomena bendera One Piece mencerminkan adanya keresahan dan kreativitas yang berjalan beriringan.

Namun ekspresi tersebut harus tetap selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dan tidak merusak makna simbol negara.

Pemerintah melihat fenomena ini bukan sebagai ancaman, tetapi sinyal untuk memperkuat komunikasi dengan publik.

Dengan pendekatan yang terbuka, transparan, dan dialogis, solusi atas berbagai kegelisahan bisa dirumuskan bersama.

“Ini gaya baru menyelesaikan masalah: kolaborasi, bukan konfrontasi,” kata Prasetyo dengan penuh keyakinan.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia perlu terus merawat kebebasan dengan tanggung jawab, dan memperkuat kesatuan dengan kearifan.

Indonesia Juga Masa Depan yang Penuh Harapan.

Fenomena bendera bajak laut One Piece hanyalah salah satu contoh ekspresi zaman.

Namun respons pemerintah menunjukkan bahwa dialog dan kolaborasi tetap menjadi pilihan utama dalam merawat Indonesia.

Momentum HUT Ke-80 RI menjadi saat yang tepat untuk membangun kembali semangat persatuan dan karakter bangsa.

Dengan menjaga sakralitas simbol negara, sekaligus merangkul ekspresi masyarakat, bangsa ini bisa terus melangkah maju.

Karena Indonesia bukan hanya tentang masa lalu yang heroik, tetapi juga masa depan yang penuh harapan.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Arahnews.com dan Prabowonews.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Makar Atau Aspirasi? NasDem Minta Investigasi Independen Aksi Demonstrasi
Kalimantan dalam Kepungan Api, Negara Gagal Baca Sinyal Krisis Ekologis
Slank Tampil di Closing Ceremony FORNAS VIII NTB Jumat Malam
Harta Pejabat Muda Ini Capai Puluhan Miliar, Laporan Terbaru Bocor
Surat Kementerian untuk Perjalanan Istri Menteri UMKM Picu Kritik Warganet
EDC BRI Diselidiki KPK, Proyek Rp2,1 T Uji Kredibilitas Bank Digital
KPK Cegah 13 Tokoh Terkait Korupsi Proyek EDC BRI Senilai Rp2,1 Triliun
Prabowo–Anwar Sepakat Jalan Tengah Sengketa Ambalat: Tak Perlu Tunggu Dekade

Berita Terkait

Rabu, 3 September 2025 - 09:20 WIB

Makar Atau Aspirasi? NasDem Minta Investigasi Independen Aksi Demonstrasi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:08 WIB

Pemerintah Tanggapi Bendera One Piece dengan Dialog, Bukan Penindakan Represif

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:44 WIB

Kalimantan dalam Kepungan Api, Negara Gagal Baca Sinyal Krisis Ekologis

Kamis, 31 Juli 2025 - 05:51 WIB

Slank Tampil di Closing Ceremony FORNAS VIII NTB Jumat Malam

Kamis, 24 Juli 2025 - 14:10 WIB

Harta Pejabat Muda Ini Capai Puluhan Miliar, Laporan Terbaru Bocor

Berita Terbaru