KONTENBERITA.COM – Prabowo Subianto, capres nomor urut 2, mengatakan bahwa dirinya siap untuk memberikan segala hal yang dimiliki.
Bukan hanya harta, ia juga siap untuk memberikan jiwanya kepada rakyat.
“Kita kalau dipanggil Yang Maha Kuasa, kita akan berangkat telanjang tidak bawa apa-apa.”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangankan harta, jangankan uang, tangan saya, kaki saya, jiwa ambil untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo menyampaikan hal itu saat acara ‘Silaturahmi Akbar Relawan Prabowo-Gibran’ di area Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu, 13 Januari 2024.
Lihat konten video lainnya, di sini: VIDEO: Mendapat Penilaian 11 dari 100 oleh Anies, Prabowo Subianto: Kalau dari Ente Mah, Emang Gue Pikirin?
Baca Juga:
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Dalam kesempatan itu, ia juga sempat berinteraksi dengan salah seorang ibu-ibu.
Prabowo melontarkan pertanyaan terkait arti demokrasi sebagai sistem yang dianut di Indonesia.
“Ibu tahu demokrasi?” tanya Prabowo.
“Demokrasi bebas pilihan,” jawab ibu tersebut yang bernama Rahma Sani yang berasal dari Tiban, Kepulauan Riau.
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
Prabowo pun kembali bertanya, arti dari demokrasi khususnya siapa yang berkuasa dalam sistem pemerintahan tersebut.
“Kita! Yang berkuasa itu rakyat,” jawab Rahma dengan lantang.
Prabowo pun membenarkan jawaban Rahma dan mengingatkan bahwa dalam demokrasi terdapat pesta rakyat yang dihelat setiap lima tahun yaitu pemilihan umum.
Ia pun mengajak seluruh pendukungnya untuk ikut mencoblos pada 14 Februari mendatang.
“Demokrasi artinya yang berkuasa itu rakyat. Kekuasaan saudara-saudara yang dilaksanakan adalah 5 tahun sekali,” ujarnya.
“Ingat lima tahun sekali di TPS, di dalam bilik suara, saudara-saudara punya kekuasaan di tanganmu.”
“Saudara-saudara akan menentukan masa depan Indonesia lima tahun ke depan,” tegas dia.***

















