KONTENBERITA.COM – Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto kembali memberikan seruan agar adanya penghentian permusuhan yang masih terjadi di Gaza, Palestina.
Ia meminta segera adanya gencatan senjata agar tidak terus menimbulkan korban.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo Subianto saat membuka pertemuan ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) Ke-17 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu 15 November 2023.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan itu, hadir sejumlah menteri pertahanan dari anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Di sana, Prabowo Subianto mulanya menyinggung soal konflik kemanusiaan di Gaza yang sudah semakin memburuk.
Baca artikel lainnya di sini : Kementerian Kominfo Sebut Telah Identifikasi Sebanyak 117 Isu Hoaks Menjelang Pemilu 2024
Baca Juga:
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
“Izinkan saya berhenti sejenak di sini untuk menekankan bahwa Indonesia sangat sedih dengan situasi yang memburuk di Gaza, terutama kondisi kemanusiaan yang mengerikan.”
“Tentu saja, kami terus memantau perkembangan di Gaza. Sikap Indonesia jelas dan tegas,” kata Prabowo Subianto dalam sambutannya.
Oleh karena itu, ia pun berharap segera adanya penghentian permusuhan di Gaza.
Baca artikel lainnya di sini : Calon Presiden Prabowo Subianto Disebut Berani dan Merangkul Saat Jawab Isu Geopolitik di CSIS
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Menurutnya, kekerasan terhadap para masyarakat sipil harus segera dihentikan.
“Kami berharap dan kami menyerukan penghentian permusuhan segera dan pembentukan koridor segera”.
“Untuk bantuan kemanusiaan; kekerasan terhadap penduduk, penduduk sipil harus dihentikan,” katanya.
Lebih lanjut, Prabowo Subianto pun menginginkan segera adanya gencatan senjata.
Di sisi lain, Eks Pangkostrad TNI itu juga mendesak agar bantuan kemanusiaan ke Gaza harus bisa masuk secepatnya.
“Upaya mencapai gencatan senjata harus terus dilakukan, dan jalur aman bantuan kemanusiaan harus diperluas dan dipercepat”
“Indonesia secara aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi atas masalah ini dan mendorong koridor kemanusiaan bagi para korban di Gaza,” ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa posisi Indonesia tetap teguh membantu perjuangan Palestina. Hal itu telah dibuktikan dengan pengiriman bantuan kemanusiaan ke daerah Gaza.
“Kami telah mengirimkan 21 ton dari 51 ton bantuan yang telah dijanjikan kepada Palestina per November 2023. Dan kami akan terus melakukannya.”
“Kami telah mengusulkan pengiriman kapal rumah sakit untuk perawatan medis bagi para korban dari Gaza.”
“Serta menawarkan perawatan di rumah sakit kami di Indonesia, jika diperlukan,” tegasnya.
Menurut Prabowo Subianto, sudah menjadi kewajiban moralnya untuk menyerukan kepada seluruh negara melakukan tindakan serupa seperti Indonesia.
Dia menyebutkan bantuan diharapkan bisa membantu penderitaan rakyat Palestina.
“Kami menyadari kewajiban moral kami untuk membantu dengan cara ini dan menyerukan kepada semua negara untuk melakukan tindakan serupa”.
“Untuk membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina yang telah mengalami pengusiran dari rumah mereka selama beberapa dekade,” ucapnya.
Prabowo Subianto menjelaskan penderitaan yang dialami Palestina mengingatkan betapa pentingnya bagi ASEAN untuk tetap bersatu dan waspada.
Putra dari ekonom Soemitro Djojohadikusumo itu juga meminta PBB mengambil banyak tindakan soal konflik yang terjadi.
“Kami juga menyoroti kebutuhan mendesak bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil lebih banyak tindakan untuk mencegah konflik semacam itu terjadi lagi.”
“Menambah seruan kita bersama, untuk meningkatkan upaya kita dalam menjaga stabilitas dan perdamaian regional dan global,” tutup Prabowo Subianto.***

















