Pengusaha Arab Curhat di PN Makassar Takut Berinvestsi di Indonesia, Ungkap Alasannya

- Pewarta

Kamis, 26 Mei 2022 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang gugatan PT OSS Al Masarat Internasional CO asal Arab Saudi terhadap PT Zarinda di PN Makassar. (Dok. Kuasa Hukum OSS Al Masarat Internasional CO, Yoyo Arifardhani)

Sidang gugatan PT OSS Al Masarat Internasional CO asal Arab Saudi terhadap PT Zarinda di PN Makassar. (Dok. Kuasa Hukum OSS Al Masarat Internasional CO, Yoyo Arifardhani)

APAKABAR NEWS – Investor dari Arab mengaku takut berinvestasi di Indonesia setelah kejadian wanprestasi dengan mitra pengusaha Indonesia.

Hal itu terkait dengan gugatan PT OSS Al Masarat Internasional CO asal Arab Saudi terhadap PT Zarinda yang diduga melakukan wanprestasi atau pelanggaran perjanjian dengan kerugian miliaran rupiah.

Direktur PT OSOS, Aldaej Saad Ibrahi melalui penerjemahnya mengaku sudah takut untuk berinvestasi di Indonesia.

Belajar dari sini, pihaknya memastikan bakal berhati-hati lain kali ketika ingin investasi.

“Kita sudah tiga tahun bolak balik ke Indonesia tapi uang kami belum kembali,” katanya.

Kuasa Hukum OSS Al Masarat Internasional CO, Yoyo Arifardhani mengatakan, pada intinya pihaknya meminta keadilan, apalagi hal ini melibatkan kerjasama antara Indonesia dan Arab Saudi.

Hal itu disampaikan ada sidang lanjutan dengan agenda mendengar keterangan saksi pelapor di PN Makassar, Rabu, 25 Mei 2022.

“Dalam surat pernyataan ada Rp 258 miliar. PT OSS cuman minta keadilan aja surat pernyataan. Itu aja.”

“PT Zarindah membuat pernyataan Rp 258 miliar tapi tidak dilaksanakan. Dasar itulah yang menjadi tuntutan,” ujarnya

Lanjutnya, dari surat pernyataan itu sama sekali tidak ada pembayaran.

“Kami gak bisa ngomong karena itu rahasia investasi pribadi. Tapi pada dasarnya, PT Osos datang ke sini (menggugat) atas dasar pernyataan ditandatangi sendiri oleh direktur PT Zarindah sebesar Rp258 M.”

“Tapi sampai saat ini belum dilaksanakan. Makanya PT Osos minta keadilan di Indonesia,” terangnya.

Ia kembali menegaskan, jika sampai saat ini PT Zarinda sama sekali belum menyetor keuntungan atau deviden dari investasi tersebut.

Padahal harusnya, pembayaran sudah dilakukan sejak tahun 2018 dan – 2020.

“Belum. Sesudah pernyataan, belum ada. Itu surat pernyataan akan membayar Rp 258 M. Tapi itu tidak ada dilakukan PT Zarindah,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Pasangan Prabowo – Gibran di Pemilu 2024
Meskipun Insan Pers Kerap Memberi Kritik Tajam, Presiden Jokowi Mengaku Tak Masalah
VIDEO – Ziarah ke Makam Habib Ali Kwitang, Prabowo Subianto Ungkap Hubungan Kekerabatan Keluarga
Prabowo Subianto Sebut Masa Depan Bangsa Indonesia akan Dipenuhi Tantangan di Tengah Abad Modern
Polisi Selidiki Kericuhan Massa APDESI yang Rusak Tenbok dan Coba Runtuhkan Pagar Gedung DPR
Langkah Strategis: KOMINFO dan BNSP Rencanakan Masa Depan Sertifikasi Profesi
Wapres Ma’ruf Amin Berikan Tanggapan Soal Kabar Pengunduran Diri Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju
BNSP dan LSP KPK: Evaluasi Capaian dan Inspirasi untuk Lembaga Lain
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 14:33 WIB

Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Pasangan Prabowo – Gibran di Pemilu 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:34 WIB

Meskipun Insan Pers Kerap Memberi Kritik Tajam, Presiden Jokowi Mengaku Tak Masalah

Jumat, 16 Februari 2024 - 20:33 WIB

VIDEO – Ziarah ke Makam Habib Ali Kwitang, Prabowo Subianto Ungkap Hubungan Kekerabatan Keluarga

Selasa, 13 Februari 2024 - 08:55 WIB

Prabowo Subianto Sebut Masa Depan Bangsa Indonesia akan Dipenuhi Tantangan di Tengah Abad Modern

Kamis, 1 Februari 2024 - 15:11 WIB

Polisi Selidiki Kericuhan Massa APDESI yang Rusak Tenbok dan Coba Runtuhkan Pagar Gedung DPR

Jumat, 26 Januari 2024 - 23:14 WIB

Langkah Strategis: KOMINFO dan BNSP Rencanakan Masa Depan Sertifikasi Profesi

Sabtu, 20 Januari 2024 - 15:45 WIB

Wapres Ma’ruf Amin Berikan Tanggapan Soal Kabar Pengunduran Diri Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju

Kamis, 18 Januari 2024 - 14:35 WIB

BNSP dan LSP KPK: Evaluasi Capaian dan Inspirasi untuk Lembaga Lain

Berita Terbaru